Kembali ke realiti wahai adik-adikku….
Dalam kita memberi khidmat pada masyarakat, pernahkah kita berkata…`Ah, aku tiada idea lagi`..atau pun sekadar mengadakan event mahupun program-program yang berulang, sama walaupun dikatakan tidak serupa??
Tidakkah adik-adikku perasan, betapa kurangnya pemandangan kita dalam mencari ilmu…tanpa ilmu tiadalah idea. Maka tiada la keikhlasan dalam memberi.
Subhanallah…
betapa mulianya sosok seorang Yusuf Qaradhawi. Beliaulah contoh peribahasa “Ibarat padi, semakin berisi, semakin menunduk.” Orang yang makin banyak ilmunya, makin makin pintar, makin kaya dan makin terkenal, akan makin rendah hati dan bijaksana. Bukannya malah sombong dan membanggakan dirinya.
Pernahkah kita menangis karena khawatir seperti Al-Qaradhawi ketika ada orang memuji atau memberi kita gelar kehormatan? Yang sering terjadi, kita menangis karena gembira atau bahagia , karena kita merasa banyak orang yang menghormati dan menyenangi kita, hingga kita dipuji, disanjung dan diberi gelar kehormatan.
Sedarlah adik-adikku,
Berpeganglah pada prinsip, bukannya populariti, kerana prinsip itu kekal dan populariti itu pasti mati. Seringkali dalam membuat sesuatu perkara, Promotion Publication (PNP) pasti yg akan menjadi sasaran sekiranya tiada sambutan, tapi pernahkah adik2 berfikir aspek keberkatan??? Aspek ketelusan dalam memberi??
Yang Benar Pasti akan Menang… seorang ustaz, pejuang dan pengajar berkata dalam kuliahnya.
Ringkas dan jelas.
Ah ….
kerendahan hati seorang ulama besar seperti Qaradhawi ibarat setetes embun di padang gersang kehidupan dimana makin banyak orang yang lebih mengejar dunia, mengejar gelar kehormatan, mengejar kekayaan, tanpa menyadari bahwa semuanya itu kelak harus dipertanggunjawabkan di hadapan Allah swt.
Wahai adik akak tersayang,
At Taubah: 122
n ilmu.” (Hadits riwayat Thabarani)
erti hidup untuk memberi...
No comments:
Post a Comment